Tahapan Usia Pertumbuhan Anak

Gaya Hidup 0 Comment 8

Related image

Orang tua harus memiliki banyak bekal pengetahuan tentang siklus tumbuh kembang pada janin dan anak menurut usianya agar siap mengahadapi apa pun tingkah laku anak mereka saat bertumbuh dan berkembang. Juga, pengetahuan ini penting untuk melihat apakah anak mereka sudah melalui tahapan tumbuh kembang anak sehat. Bila ada sesuatu yang mengkhawatirkan, harapannya orang tua bisa memberikan terapi atau stimulasi.

Siklus tumbuh kembang anak menurut centerforparenting.org dibagi dalam tahapan usia yang berbeda. Yaitu:

Usia 18 bulan – 4,5 tahun

Di usia 18 bulan ini sering disebut dengan masa tantrum dan masa yang sering membuat orang tua menarik urat sabar lebih panjang. Kemudian di usia 2 tahun, anak anda akan menjadi sedikit lebih kalem. Masa tantrum akan kembali terulang di usia 2,5 tahun. Bahkan tantrumnya kali ini bisa lebih ganas dari sebelumnya. Fase ini disebut “2 yang mengerikan.” Fase selanjutnya terlihat ketika anak berusia 3 tahun. Ia tampak kembali tenang, kooperatif, dan dewasa dibanding sebelumnya. Lalu, pada usia 3,5 tahun, ia bisa kembali ke masa sulit atau disebut disekuilibrium. Tantrumnya kembali kumat. Masa ini biasanya terus berlanjut hingga ia berusia 4,5 tahun. Di titik ini biasanya anak-anak sudah lebih mandiri secara fisik maupun emosional, juga sudah lebih mampu mengutarakan sesuatu secara verbal.

Usia 5 tahun – 8 tahun

Usia ini dianggap sebagai tahun-tahun yang mudah bagi orang tua. Anak-anak sudah tidak lagi tantrum berlebihan, yang mereka perlihatkan hanyalah keinginan untuk bersenang-senang, bermain dengan teman-teman, dan sudah lebih mudah diarahkan. Meski demikian, di usia ini anak-anak juga masih akan mengalami banyak perubahan perkembangan. Di usia 5 tahun anak anda akan tampak lebih positif, ceria, dan optimis. Namun, di usia 5,5 tahun hingga 6,5 tahun, ia akan berubah menjadi lebih negatif dan menunjukkan ketegangan atau cenderung tidak mematuhi orang tua. Setelah melalui usia 6,5 tahun ia akan kembali kalem dan masa disekuilibrium akan kembali datang di usia 7 tahun. Selama setahun penuh, ia akan menjalani masa perkembangan dengan suasana hati yang mudah berubah, melankolis, cengeng, tetapi lebih kritis. Ia akan mudah menggerutu dan tidak puas dengan kehidupan di sekelilingnya. Lalu, di usia 8 tahun, segalanya kembali menjadi lebih terkendali. Ia akan terlihat energik, menyenangkan dan sangat menikmati masa kecilnya.


Leave a comment

Search

Back to Top