Posisi Duduk yang Salah Bisa Sebabkan Saraf Bermasalah

Kesehatan 0 Comment 4

Jika Anda diminta untuk memilih, apakah Anda lebih suka tinggi atau tinggi? Kebanyakan orang akan memilih untuk duduk. Posisi duduk menjadi posisi yang paling nyaman dan sering dilakukan agar tubuh dapat beristirahat. Meski sering menjadi posisi favorit, posisi duduk yang salah dapat menyebabkan masalah saraf.

Selain itu, duduk terlalu lama juga tidak disarankan karena dapat menyebabkan masalah serupa. Bagaimana saraf yang duduk menyebabkan masalah? Berikut ini beberapa informasi yang perlu diketahui.

Benarkah orang yang duduk menyebabkan masalah saraf?
Posisi duduk yang salah dapat menyebabkan postur yang buruk. Postur yang salah ini kemudian dapat menyebabkan saraf terjepit. Dalam kasus kursi yang salah, saraf yang terkena biasanya saraf siatik di punggung bawah. Namun, kondisi ini dapat dirasakan di leher atau pergelangan tangan, tergantung pada posisi seseorang. Selain postur yang salah, duduk lama juga bisa menyebabkan saraf terjepit.

Saraf yang ditekan disebabkan oleh tekanan dari jaringan di sekitar saraf, seperti otot, tulang atau tulang rawan. Tekanan ini mengganggu kerja saraf dan menyebabkan rasa sakit, kesemutan dan mati rasa. Anda tidak perlu khawatir, saraf dapat pulih dari perawatan konservatif dan istirahat yang cukup dalam beberapa hari atau minggu. Jika kondisinya cukup parah, pembedahan mungkin diperlukan.

Jika setelah duduk Anda mengalami gejala yang menyerupai sengatan saraf, berkonsultasilah dengan dokter. Sebelum Anda mengunjungi rumah sakit, Anda harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi.

Perawatan saraf yang ditekan
Perawatan paling penting untuk saraf terjepit adalah membiarkan daerah yang sakit beristirahat. Dokter menyarankan Anda menghentikan aktivitas apa pun yang menyebabkan atau memperburuk kompresi. Perawatan juga tergantung pada lokasi saraf terjepit. Pasien mungkin memerlukan rel atau rusa untuk melumpuhkan area tersebut. Contoh perawatan saraf terjepit, yaitu:

fisioterapi
Fisioterapis bekerja pada latihan pelajaran untuk memperkuat dan meregangkan otot di daerah yang terkena. Terapi ini bertujuan untuk menghilangkan tekanan pada saraf. Terapis juga dapat merekomendasikan perubahan pada aktivitas yang dapat memperburuk situasi saraf.

narkoba
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau natrium naproxen, dapat membantu meringankan rasa sakit. Suntikan kortikosteroid atau kortikosteroid yang diberikan melalui mulut juga dapat membantu meminimalkan rasa sakit dan peradangan.

Leave a comment

Search

Back to Top