Transfusi Darah,Apakah Memiliki Resiko?

Kesehatan, Lain Lain 0 Comment 14

 

Transfusi Darah,Apakah Memiliki Resiko?

Transfusi darah merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari seorang dokter,saat ini tersedia berbagai jenis darah dan komponennya ,untuk mengatasi berbagai efek samping transfusi, berbagai uji dilakukan sebelum transfusi ( penapisan penyakit menular dll),hal yang penting bagi seorang dokter,pendekatan yang berdasarkan pada bukti ilmiah, yang merupakan indikasi pemberian transfusi darah,termasuk resiko/efek samping yang mungkin terjadi ,transfusi darah/produk darah yang aman dan konversi darah adalah fokus utama dari ilmu kedokteran transfuse,konversi darah adalah teknik atau usaha untuk mengurangi kebutuhan transfusi darah,untuk memahami kedokteran transfusi secara konprehensif maka diperlukan pengetahuan imunologi, serologi dan genetik.

Melakukan tranfusi memiliki banyak sekali manfaat bagi seorang pasien nanmun tidak bias dipungkiri bahwa tranfusi darah juga memiliki resiko yang tinggi diantaranya,demam 55%, menggigil tanpa demam 14%,reaksi alergi (terutama urtikaria) 20%,hepatitis serum positif 6%,reaksi hemolitik 4% ,overload sirkulasi 1%

Demam disebabkan Ab lekosit, Ab trombosit, atau senyawa pirogen,Pencegahan dengan uji cocok silang antara lekosi donor dg serum resipien pd pasien yang mendapat tranfusi lekosit,memberikan produk darah dg yg mengandung sedikit lekosit, lekosit harus dibuang minimal 90% dari jumlah lekosit,pasang mikrofiltrasi ukuran pori 40 mm, jumlah lekosit bisa berkurang 60%,pemberian prednison > 50 mg atau 50 mg kortison oral setiap 6 jam selama 48 jam sebelum transfuse,aspirin 1 gr saat mulai menggigil atau 1 jam sebelum transfuse

Reaksi Hemolitik,akibat destruksi sel darah merah setelah transfusi akibat darah yang inkompatibel,akibat transfusi eritrosit yang rusak akibat paparan dekstrosa 5%, injeksi air kedalam sirkulasi, transfusi darah yang lisis, transfusi darah dengan pemanasan berlebihan, transfusi darah beku, transfusi dengan darah yang terinfeksi, transfusi darah dengan tekanan tinggi,destruksi eritrosit yang cepat menyebabkan lepasnya  hemoglobin bebas kedalam plasma sehingga menyebabkan kerusakan ginjal, toksemia, dan kematian

Reaksi alergi,Insidens 1/20.000 untuk renjatan anafilaktik,urtikaria 3%,reaksi anafilaktik berat terjadi akibat interaksi antara iga pada donor dengan anti-iga spesifik pada plasma resipien.

Penularan Penyakit,penyakit yang dapat menular melalui darah, seperti hiv, hepatitis b, hepatitis c dan virus lainnya,bakteri jg dapat mengkontaminasi eritrosit dan trombosit shg menyebabkan infeksi dan sepsis setelah transfusi

Cedera Paru Akut,cedera paru akut yang berhubungan dg transfusi (transfusion related acute lung injury, TRALI),klinis berupa manifestasi hipoksemia akut dan edema pulmoner bilateral 6 jam setelah transfuse,manifestasi klinis berupa dispnea, takipnea, demam, takikardi, hipo/hipertensi dan leukopenia akut sementara,terjadi akibat reaksi antara neutrofil resipien dg antibodi donor yg mempunyai HLA atau antigen neutrofil spesifik, akibatnya terjadi peningkatan permeabilitas kapiler pada sirkulasi mikro di paru

 

 

 

 

Leave a comment

Search

Back to Top