Pengaruh Adat Istiadat Terhadap Pernikahan Pengantin Adat Batak

Pengaruh Adat Istiadat Terhadap Pernikahan Pengantin Adat Batak

Gaya Hidup 0 Comment 178

Dalam hukum Adat Batak yang mengatur perkawinan, banyak aturan perkawinan pengantin adat Batak yang harus di taati setiap warga Batak yang ingin tetap diakui silsilahnya dalam keluarga dan tidak dibuang atau dihukum berdasarkan aturan adat yang berlaku.

Sejarah orang Batak pertama dulunya tinggal di Bukit Pusuk Buhit. Nenek moyang orang Batak adalah putri Dewa Batara Guru yang kawin dengan putra Dewa Bulan bulan. Keturunannya adalah Raja Ihot Manisia dan Boru Ihot Manisia yang merupakan anak kembar, namun kemudian kawin dan melahirkan Raja Miok-miok Patundal Na Begu dan Si Aji Lapas-lapas. Selanjutnya anak-anak keturunannya menjadi moyang suku Batak. Dalam adat Batak setiap pasangan yang melanggar aturan tetap harus dinikahkan secara pengantin adat Batak. Untuk menebus kesalahan apabila tidak melakukan maka harus memberikan denda. Tindakan marbagas roharoha atau hidup bersama sebagai suami istri secara tidak sah tidak diperkenankan dalam masyarakat Batak, sehingga layak dihukum karena melanggar ketertiban atau peraturan adat.

Oleh karena itu keluarga Batak akan mengumpulkan harta benda keluarga yang dihemat dan dipersiapkan untuk memenuhi syarat persiapan pengantin adat Batak. Hal ini lebih dititik beratkan kepada keluarga yang memiliki anak laki-laki. Aturan dalam adat batak pihak pengantin laki-laki adalah pihak pemberi, sedangkan pihak pengantin perempuan adalah penerima. Saat ini beban biaya bisa didiskusikan kedua keluarga besar sebelum acara adat dimulai.

Leave a comment

Search

Back to Top