Berita Otomotif: Polemik Mobil Listrik di Indonesia

Berita Otomotif: Polemik Mobil Listrik di Indonesia

Review 0 Comment 75

 

Awal mula dipertimbangkannya mobil listrik di Indonesia adalah sejak zaman pemerintahan Pak SBY pada tahun 2013. Saat itu menteri menristek yang saat itu menjabat mengumumkan suatu berita otomotif dengan isi akan dikeluarkannya bus listrik.

Adapun saat itu bus listrik bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya manusia yang ada, serta demi penurunan pemakaian/pemasokan BBM di Indonesia. Bahkan diharapkan pula melalui langkah tersebut juga akan mengurangi polusi udara. Hal ini dikarenakan mobil listrik bergerak dengan baterai yang pengisiannya dilakukan dengan pengecasan. Saat itu, Pak SBY juga berharap tahun bahwa 2017, Indonesia mampu mengembangkan mobil listrik.

Tapi kini setelah berada tahun 2016 cerita produksi mobil listrik tidak terdengar akan dibuat. Rencana hanyalah sebuah rencana, karena Indonesia kemungkinan hanya bisa dianggap sebagai pemakai, bukan pemasok. Tapi akhir-akhir ini mencuat beberapa saran, bahwa harusnya Indonesia dapat bergerak sebagai penyedia pasar dalam penyediaan memajukan rencana pembuatan pabrik mobil listrik tersebut. Hal dari tersebut juga berlandaskan suatu bukti, karena nyatanya telah ada lima universitas mencoba membuat mobil listrik tersebut.

Selama ini Indonesia nampak berusaha, hanya saja walaupun belum maksimal namun usaha yang dilakukan seperti badan ilmu Indonesia seperti BPPT, LIPI yang bekerjasama dengan lima universitas negeri seperti UGM, ITB, ITS, UI dan UNS merupakan suatu usaha yang patut dihargai karena orang Indonesia mau berjuang. Yang bahkan dua diantara dua universitas tersebut telah berhasil membuat geger berita otomotif milik Indonesia. Adapun dua Universitas yang telah mampu terobosan antara lain adalah:

  1. ITB (Institut Teknologi Bandung)
    Universitas yang berada di Bandung ini dapat mengembangkan mesin/komponen dari kerangka internal mobil listrik tersebut. Hal ini merupakan suatu penemuan yang berharga salah satunya, karena mengingat komponen internal ini bagaikan tulang dari suatu tubuh manusia. Dan bukan tidak mungkin, ITB juga bisa menemukan tambahan penelitian di hal lain. ITB memang sudah sangat terkenal di Indonesia dalam berbagai inovasi-inovasi seputar teknologi yang mereka keluarkan walaupun banyak dari hasil produk-produk tersebut yang belum bisa dipasarkan.
  2. ITS (Institut Teknologi Surabaya)
    Sementara itu beda ITB, beda ITS. Universitas yang dibangun di Surabaya ini tengah berusaha mengembangkan baterai mobil listrik. Bahkan saking terlalu seriusnya membuat mobil listrik, ITS sampai membuat gedungnya sendiri. Baterai yang dibuat ITS atau bisa juga digunakan untuk membangun control ECU (Electronic Control Unit) yang dalam hal ini mampu menimbang bahan-bahan untuk perlengkapan mobil listrik tersebut. Saat percobaannya walaupun sempat terbakar, tapi ITS sempat berusaha membuat dua mobil listrik yang antara diberi nama dengan Ezzy 1 dan Ezzy 2, dan yang hebatnya bisa menempuh jarak 100 km dalam waktu sekali isi ulang.

Tapi hanya saja setelah dari berita dua universitas tersebut sampai saat ini pengetahuan ilmu tersebut masih terus dikembangkan. Dan sayangnya sampai tahun 2016 ini belum ada kabar berita otomotif mengenai mobil listrik tersebut baik dari ITS, ITB, atau dari disiplin ilmu lain. Padahal tahun 2017 akan segera datang. Belum lagi ada juga polemik lain yang beranggapan untuk tidak perlu melanjutkan mobil listrik, karena tidak semua orang mau menggunakan mobil yang diketahui harus selalu rajin di charge. Sementara itu ada juga negara seperti Tiongkok yang telah menggunakan mobil listrik. Lalu apakah mungkin mobil listrik hanya sekedar penemuan sayang tidak pernah dipakai di Indonesia?

Leave a comment

Search

Back to Top