Alergi? Ketahui Penyebabnya

Kesehatan 0 Comment 6

Tes alergi melalui darah biasanya dilakukan jika pasien dikhawatirkan akan mengalami reaksi alergi hebat terhadap tes alergi melalui kulit. Tes alergi melalui darah dilakukan dengan memeriksa imunoglobulin E (IgE) dalam darah. Imunoglobulin E IgE adalah antibodi yang dihasilkan sistem imun untuk melawan zat yang dianggap ancaman bagi tubuh. Pada saat tubuh mengalami reaksi alergi, jumlah IgE akan meningkat. IgE yang diukur bisa jumlah seluruh antibodi IgE dalam tubuh (total IgE test) atau tingkat respons antibodi IgE terhadap suatu alergen (spesific IgE test). Tes alergi melalui darah dimulai dengan mengambil sampel darah, kemudian sampel darah akan diperiksa ke laboratorium untuk dianalisis. Tata cara tes alergi melalui darah umumnya berlangsung kurang dari 5 menit, namun membutuhkan waktu beberapa hari hingga hasil tes keluar.

Diet Eliminasi

Diet eliminasi biasanya dilakukan untuk mendeteksi alergi makanan pada pasien. Prosedur diet eliminasi terbagi menjadi dua fase, yaitu:

  1. Fase eliminasi (elimination phase). Fase ini dilakukan untuk menghindari konsumsi makanan yang dicurigai menjadi pemicu gejala alergi. Beberapa jenis makanan yang umumnya dihindari, antara lain kacang, susu, telur, dan makanan laut.
  2. Pada fase ini, pasien bisa mendeteksi apakah gejala alergi disebabkan oleh makanan atau hal lain. Fase eliminasi berlangsung selama 2-3 minggu.
  3. Fase pengenalan kembali (reintroduction phase). Fase ini dilakukan dengan mengonsumsi kembali jenis makanan yang sebelumnya dihindari secara perlahan. Selama fase pengenalan kembali, pasien atau juga dokter dapat mengamati kemungkinan munculnya tanda alergi, seperti ruam, perut kembung, atau sesak napas. Jika muncul tanda tersebut, dengan begitu penyebab alergi berhasil teridentifikasi dan pasien disarankan untuk menghindari konsumsi jenis makanan tersebut.
  4. Seluruh proses diet eliminasi umumnya membutuhkan waktu 5-6 minggu. Konsultasikan lebih dahulu kepada dokter atau ahli nutrisi sebelum melakukan diet eliminasi. Terlalu banyak mengeliminasi makan dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi.

Setelah Tes Alergi

Hasil tes alergi bisa diketahui dalam hitungan menit hingga hitungan hari. Hasil tes alergi melalui kulit, yakni tes tusuk dan intradermal skin test, umumnya dapat diketahui hanya dalam hitungan menit. Hasil tes dapat dikatakan positif pada saat kulit menjadi merah, gatal, dan muncul bintik kecil putih di sekitar area tes. Bintik putih ini nantinya akan hilang setelah beberapa jam. Hasil tes dikatakan negatif pada saat kulit tetap dalam kondisi normal. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasien tidak memiliki alergi terhadap alergen apa pun.

Hasil tes alergi melalui darah biasanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk melalui proses analisis di laboratorium. Jika hasil tes menunjukkan total IgE dalam tubuh lebih tinggi dari batas normal, dengan begitu pasien kemungkinan memiliki alergi. Akan tetapi tes IgE total dianggap kurang sensitif jika dibandingkan dengan tes alergi melalui kulit, dan tes IgE total tidak mengungkapkan jenis alergen penyebab alergi. Untuk mengetahuinya, pasien dapat menjalankan tes IgE spesifik. Setelah penyebab alergi diketahui, dokter akan menentukan rencana pengobatan alergi, termasuk menghindari kontak dengan alergen dan obat-obatan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kontak dengan alergen, antara lain:

  • Jika memiliki alergi terhadap makanan, anda perlu memeriksa komposisi makanan kemasan atau kaleng sebelum mengonsumsinya.
  • Bersihkan tempat tidur dan anda bisa ganti seprai atau alas tempat tidur secara rutin.
  • Bersihkan karpet secara rutin, atau hindari penggunaan karpet, terutama jika memiliki hewan peliharaan.
  • Jaga kelembapan di dalam rumah dengan sistem ventilasi yang baik.
  • Jika memungkinkan, gunakan penyejuk udara karena dapat mengurangi perkembangan populasi jamur dan debu.
  • Cegah hewan peliharaan masuk ke dalam kamar tidur dan bersihkan hewan peliharaan secara rutin.

Leave a comment

Search

Back to Top